sesungguhnya bagaimana a****-a**** tergantung kepada orang tuanya masing!!!
karena orang tualah yang pertama kali mendidik a****-a****nya dan meletakkan
dasar-dasar kepribadian kepada a****-a****nya!!!
dalam kehidupan a****-a****, orang tualah yang pertama kali mendidik
a****-a****
mereka dan tidak ada orang lain, maka orang tualah yang membentuk
a****-a****
mereka menjadi apa, karena orang tua mendidik a****-a**** mereka tentu
sesuai
dengan akhlak dan kepribadian dari masing-masing orang tua, tidak mungkin
seorang pencuri akan berhasil mendidik a****-a****nya tidak menjadi pencuri
pula. ada pepatah yang berbunyi, buah jatuhnya tidak jauh dari pohonnya,
air
pancuran jatuhnya ke cucuran juga, dll. yang juga menunjukkan bagaimana
kepribadian a**** adalah menunjukkan bagaimana kepribadian orang tua,
karena
kepribadian a**** merupakan hasil didikan orang tuanya sendiri secara
langsung
Hadist:
"Tidak ada seorang bayi yang dilahirkan kecuali menurut fitrahnya (masih
suci, masih murni, ibarat kertas putih kosong), maka ayah dan ibunyalah
yang
menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi".
dan di dalam islam...
pendidikan a****-a**** adalah sangat diutamakan, karena hanya dari pasangan
yang benar-benar sholeh maka akan menghasilkan a****-a**** yang sholeh,
hanya
dari pasangan yang baik maka akan menghasilkan a****-a**** yang baik, karena
pada dasarnya a****-a**** ketika baru lahir adalah ibarat kertas putih
kosong,
dan orang tualah yang tadinya pasangan yang belum menikah, kemudian
menikah
dan melahirkan a****-a****nya yang menulis pertama kali di atas lembaran
putih
kosong tersebut.
dan pendidikan a****-a**** di dalam islam dimulai dari sebelum menikah,
yakni
sejak ketika sang pasangan mencari pasangannya masing-masing, karena
mereka
berdualah yang kelak akan membentuk menjadi apa a****-a**** mereka kelak
maka di dalam islam adalah sangat penting untuk memilih pasangannya yang
berakhlak baik, memang di dalam ayat tersebut di sebutkan laki-laki
menempatkan benih kepada perempuan, tetapi dalam hal ini dapat di balik
menjadi perempuan harus hati-hati juga siapa yang menempatkan benih pada
dirinya, seperti yang tertuang di ayat Al ~ Qur'an di bawah ini:
Al ~ Qur'an surat ??? (??): ?? (ada yang bisa bantu ini surat apa ayat
berapa, atau hadist apa)
"hai manusia, perhatikan di mana kamu meletakkan benihmu, karena ladang
yang
baik akan menghasilkan pohon yang baik pula"
hadist:
"sesungguhnya perempuan itu dinikahi karena 4 perkara, yakni karena
kekayaannya, karena kecantikannya, karena keturunannya dan karena
agamanya.
bila kamu menikahi karena kekayaannya, harta akan musnah, bila kamu
menikahi
karena kecantikannya, maka kecantikan akan rusak, bila kamu menikahi
karena
keturunannya, maka kamu akan mendapatkan kehinaan, bila kamu menikahi
karena
agamanya, maka kamu akan mendapatkan 3 yang lainnya (Buchory - muslim)
hadist terakhir ini bisa juga dibalik menjadi perempuan memilih laki-laki
yang menikahinya karena 4 perkara, dst...
salah satu keunggulan dari memilih menikah karena agamanya adalah bila si
pasangan memiliki agama (akhlak dan iman) yang baik dan benar, maka
a****-a**** yang dihasilkan dari pernikahan tersebut akan menjadi a****-a****
yang beragama (akhlak dan iman) baik pula
--
- website address : http://www.adriandw.com
(about christian, jew and
islam; history, knowledge, teaching and practice on life)
- e - mail address : adriandw@[EMAIL PROTECTED]
Cellphone/Mobile/Hand Phone : +62 816 705 818 (video call acceptable/3G
acceptable)
- World Church baptized me Saint John in 1985
- World Church and World Synagogue acknowledged me as Messiah


|