Mengenal Schizophrenia
Skizofrenia
Dikirim oleh: Kriswandaru
SKIZOFRENIA
Skizofrenia merupakan gangguan yang ditandai dengan disorganisasi
kepribadian yang cukup parah, distorsi realita dan ketidakmampuan
berinteraksi dengan kehidupan sehari-hari.
Karakteristik skizofrenia :
1. Gangguan Pikiran
Penderita skizofrenia mengalami gangguan dalam cara berpikir maupun isi
pikirannya.
a. Cara berpikir
Neologisme, disini penderita memiliki frasa-frasa kata yang baru dimana
frasa kata tersebut hanya bisa dimengerti oleh dia sendiri. Dalam
pembicaraanpun mencerminkan asosiasi longgar dimana ide-ide yang
dibicarakan
meloncat-loncat dan tidak berhubungan. Selain itu penderita dipengaruhi
oleh
bunyi kata ketimbang maknanya.
b. Isi pikiran
Kebanyakan penderita skizofrenia mengalami waham/delusion ( suatu perasaan
atau keyakinan yang keliru yang tidak bisa diubah dengan penalaran maupun
penyajian fakta ).
Macam waham/delusion :
Delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu
kekuatan
tertentu dari luar. Delusion of influence = waham tentang dirinya sendiri
dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. Delusion of passivity
=
waham tentang gerakan tubuh, pikiran maupun tindakan tak berdaya terhadap
suatu kekuatan dari luar. Delusion of perception = waham yang berhubunagn
dengan pengalaman indrawi yang tidak wajar, yang bermakna sangat khas dan
biasanya bersifat mistik,
2. Gangguan Persepsi
Penderita seringkali merasakan bahwa dunia tampaknya "berbeda" bagi
mereka.
Penderita merasa bagian tubuh mereka tampak terlalu besar ataupun terlalu
kecil. Gangguan persepsi yang paling dramatis dinamakan halusinasi.
Halusinasi auditorik/dengar ( biasanya penderita mendengar suara yang
menyuru penderita berperilaku tertentu maupun mengomentari perilakunya )
merupakan halusinasi yang sering terjadi. Halusinasi visual/lihat (
penderita melihat sesuatu yang asing ) agak jarang ditemukan. Halusinasi
sensorik lain ( penderita merasa ada suatu bau buruk yang keluar dari
tubuhnya, merasa kulitnya ditusuk-tusuk ) juga jarang ditemukan.
3. Gangguan Afek
Pada umumnya penderita tidak merasakan emosi apa-apa. Penderita tidak
mampu
merespon stimulus emosi dengan benar. Sebagai contoh penderita mungkin
tidak
menunjukan emosi saat diberitahu kalo a****nya meninggal atau tertawa saat
mendapat berita yang tragis.
4. Gangguan Perilaku
Penderita biasanya menunjukan aktivitas motorik dan ekspresi wajah yang
aneh. Ada juga yang melakukan gerakan yang tak lazim tanpa berhenti atau
mempertahankan dalam periode waktu yang lama atau cenderung mematung.
5. Gangguan Kemampuan untuk Bekerja
Pada umumnya penderita kehilangan motivasi kerja dan keterampilan sosial.
Selain itu penderita tak memperhatikan kesehatan ( tidak mau mandi ). Dan
tidak mampu berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.
***********************
Skizofrenia, Bisa Diatasi Saat Dini
KALAU teman atau kerabat Anda tiba-tiba merasa dirinya makhluk dari
angkasa
luar, sering merasa mendengar suara, melihat sesuatu atau mencium bau
sesuatu, waspadalah! Ajak dia berkonsultasi ke dokter atau psikiater. Bisa
jadi itu merupakan gejala dini skizofrenia.
Skizofrenia, salah satu bentuk gangguan jiwa berat, dulu sering dianggap
akibat kerasukan roh halus atau ilmu gaib. Akibatnya, penderita sering
dikucilkan bahkan dipasung dan diperlakukan tak manusiawi. Skizofrenia
bisa
mengenai siapa saja, dari berbagai bangsa, negara, maupun kelompok
sosioekonomi dan budaya.
Padahal jika diketahui sejak dini dan ditangani dengan baik, sebagaimana
diinformasikan dalam website http://www.schiz.co.id,
gangguan ini bisa
diatasi. Memang tak bisa seratus persen, namun penggunaan obat-obatan yang
tepat mampu mengontrol gejala.
Sebaliknya, jika tak ditangani secara benar, gangguan skizofrenia menjadi
makin parah, penderita akan terganggu fungsi sosial dan kognitifnya. Ia
akan
mengalami gangguan pikiran, perasaan dan tingkah laku, sehingga tak mampu
berpikir dan bertindak wajar.
***
PERSOALANNYA, gejala skizofrenia tak mudah dikenali. Tanda awal yang bisa
dideteksi antara lain, mudah curiga, depresi, cemas, tegang, gampang
tersinggung, dan marah. Penderita juga mengalami gangguan tidur, nafsu
makan, kehilangan energi dan motivasi, sulit mengingat dan berkonsentrasi.
Tanda lainnya, penderita merasa asing di lingkungannya, sehingga menarik
diri dari kehidupan sosial.
Gejala skizofrenia baru disadari lingkungan pada saat penderita mengalami
periode akut. Yaitu, ketika timbul gejala positif seperti gaduh dan
gelisah.
Penderita tidak bisa tenang, selalu ingin bergerak. Pikirannya kacau dan
bicara melantur, penderita sering berpindah topik pembicaraan yang tak ada
kaitannya. Gejala itu disertai rasa curiga berlebihan.
Selain itu penderita mulai meyakini sesuatu yang tak wajar (delusi atau
waham), misalnya menganggap dirinya titisan Hitler atau Cleopatra, bisa
juga
merasa dikejar orang atau binatang. Penderita juga merasa mendengar,
melihat, mencium atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tak ada
(halusinasi). Karenanya penderita sering bicara atau tertawa sendiri.
Pada tahap lanjut atau kronis, biasanya penderita menjadi pasif, seperti
tak
ada perhatian pada lingkungan, hidup di dunianya sendiri. Penderita tak
mau
mengurus dirinya sendiri dan kehilangan perasaan serta emosi. Pada tahap
tertentu, dia menunjukkan gejala negatif seperti depresi dan menarik diri.
***
PENYEBAB skizofrenia sangat kompleks dan dipengaruhi banyak faktor. Dengan
makin berkembangnya pengetahuan tentang biologi dan biokimia otak/saraf
kini
diketahui bahwa ketidakseimbangan zat kimia atau neurotransmitter di dalam
otak dapat menjadi pemicu skizofrenia. Gejala positif diyakini akibat
kelebihan dopamine, sedang gejala negatif disebabkan s*****onin yang
berlebihan. Penyebab lain adalah stres, penyakit di otak seperti infeksi,
tumor atau kanker, cedera otak baik ketika dewasa maupun saat dilahirkan,
serta faktor genetik.
Jika ditangani dengan cepat dan benar, kemungkinan besar penderita hanya
akan mengalami satu kali serangan kemudian membaik selamanya. Namun jika
memutus pengobatan tanpa konsultasi karena merasa kondisinya membaik,
penderita bisa kambuh kembali beberapa minggu, bulan atau tahun kemudian.
Sedang penderita yang terlambat dibawa ke dokter, seringkali tak
menunjukkan
perbaikan yang berarti setelah diobati.
Hal yang harus diingat, sebelum dokter menyarankan penghentian pengobatan,
obat harus diminum sesuai dosis. Penderita tak perlu takut mengalami
ketergantungan obat, karena obat-obatan yang diberikan bukan jenis
narkotik,
sehingga tak menimbulkan adiksi. Kalau dulu penderita psikotik seperti
skizofrenia enggan minum obat karena meski gejala positif (mengamuk,
gelisah) tertangani, gejala negatif tetap terjadi seperti depresif bahkan
perasaan ingin bunuh diri. Juga ada efek samping berupa gangguan gerakan
tubuh.
Saat ini sudah beredar beberapa obat antipsikotik atipikal yang bekerja
menghambat reseptor dopamine maupun s*****onin dalam otak. Dengan demikian
obat antipsikotik baru itu mampu mengontrol gejala positif maupun negatif.
Dalam pengobatan skizofrenia, peran keluarga sangat penting. Tanpa
dukungan
keluarga, penderita akan sulit sembuh, terutama untuk bersosialisasi
kembali. Banyak kasus terjadi sekembali dari rumah sakit jiwa, penderita
justru diasingkan sehingga merasa tidak nyaman dan kembali masuk rumah
sakit
jiwa. (atk)
--
- website address : http://www.adriandw.com
(about christian, jew and
islam; history, knowledge, teaching and practice on life)
- e - mail address : adriandw@[EMAIL PROTECTED]
Cellphone/Mobile/Hand Phone : +62 816 705 818 (video call acceptable/3G
acceptable)
- World Church baptized me Saint John in 1985
- World Church and World Synagogue acknowledged me as Messiah


|